07 Januari 2009

ANTI NARKOBA DENGAN SENI

Perkumpulan Seniman Antinarkoba (Sian) Kota Medan mulai kemarin menggelar pameran seni lukis dan painting exhibition dengan tujuan mengampanyekan bahaya narkoba kepada masyarakat. Acara yang berlangsung hingga Minggu (24/8) di Lapangan Benteng Medan ini dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti menggambar hingga melukis poster.Ketua pelaksana Edi Siswanto mengatakan, saat ini Indonesia sedang giat-giatnya mengampanyekan bahaya narkotika. Oleh karena itu, Sian merasa bertanggung jawab memerangi peredaran obat-obatan terlarang itu. Dia melanjutkan, Sian yang merupakan satu-satunya organisasi bentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini sengaja melaksanakan pergelaran ini dalam rangka HUT ke-63 RI. “Misi kami mengampanyekan bahaya narkoba bagi seniman dan juga keluarga serta kepada masyarakat luas,” ujar Edi di Medan kemarin. Eddy mengutarakan, pameran lukisan ini merupakan salah satu daya tarik bagi masyarakat. Di samping hiburan,juga sebagai daya tarik agar masyarakat menerima penyuluhan tentang apa dan bagaimana narkoba itu bisa membuat hidup menjadi sengsara. “Kita mengumpulkan massa melalui pameran serta pertunjukan kesenian. Kita menggelar lukisan bertema bahaya narkoba agar masyarakat mengetahui bahaya narkoba dengan cara yang menarik,” ungkap pria 40 tahun ini. Menurutnya, selain pameran, sebenarnya adabanyakcara yang dapat dilakukan untuk mengampanyekan efek negatif menggunakan narkoba. Sian dibentuk pada 8 Agustus 2006.Di Medan,organisasi inibarudidirikan13Desember 2007 lalu dengan 25 anggota yang terdiri atas penari, pelukis, pemain teater,dan pemain musik. Di Sumatera Utara terdapat tiga biro,yakni Langkat, Medan,dan Berastagi. Seorang pengunjung,Yuli Meisarah, 19, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Medan, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dia mengaku lebih memahami bahaya narkoba dan segala bentuk serta jenis zat aditif lainnya yang merugikan. “Di sini kita diperlihatkan segala jenis narkotika seperti ekstasi sampai heroin.Penjelasan mengenai jenis-jenis obat-obatan terlarang serta efek yang ditimbulkannya membuat pengetahuan aku tentang narkoba bertambah. Banyak jenis psikotropika yang dulu tidak aku tahu sekarang jadi tahu,seperti hasis, kokain,dan lain-lain,”katanya. Selama pameran, panitia menggelar sejumlah acara seperti lomba menggambar bagi anak-anak usia 6–12 tahun, lomba melukis usia 12–16 tahun dan usia 16–35 tahun. Sementara lomba melukis poster akan digelar pada Minggu (24/8), kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik oleh artis lokal sebagai penutup.Sumber : Koran Sindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi blog kami.
Jika berkenan mohon meninggalkan jejak disini.